Latest entries

Minggu, 12 Februari 2012

TTM

0 comments

"Jagong maning @Graha Saba Buana" begitulah status fb yang ditulis salah satu kawan lek Narto. Setelah bulan Suro lewat, biasanya kita kembali disibukkan dengan acara jagong atau pesta perkawinan salah seorang sahabat atau tetangga kita. Nampak kemeriahan dan kebahagiaan yang bisa kita lihat pada saat jagong tersebut. Yang punya rumah nampak gagah dan cantik dalam balutan busana adat yang adiluhung. Belum lagi dekorasi dibuat untuk mendukung acara yang memang sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Beberapa among tamu juga berjajar rapi di sepanjang jalan yang akan dilewati kedua mempelai yang pada hari itu untuk menyambut Sang Raja sehari. Semuanya tersenyum, gembira menyambut kedatangan tamu yang datang sebelum pengantin masuk ke pelaminan. Dengan busana dan dandanan terbaik, para tamu pun seolah tak mau ketinggalan ingin menjadi saksi bahwa sepasang kekasih kini sudah resmi bersanding menjadi sepasang suami istri.

Perkawinan, menjadi sebuah lembaga yang sah  serta diakui negara dan agama. Sah untuk hidup bersama dan memiliki keturunan seperti yang diajarkan pada tiap ajaran agama. Perkawinan tidak hanya berhenti pada bayangan suasana manis dan romantis yang bisa terlihat seperti pada acara "Mantu". Dalam kehidupan yang sesungguhnya, kedua pasangan dihadapkan pada persoalan - persoalan dan kenyataan yang selama ini tertutup dengan romantisme dikala masa pacaran. Kedua insan ini harus bisa mengatasi segala perbedaan sudah ada sejak dulu dan muncul setelah kehidupan berkeluarga. Bahkan hal yang sepele bisa menjadi ganjalan pada saat dua manusia hidup bersama. Untuk mengatur diri sendiri saja sulit, apalagi harus mengatur orang lain. Belum lagi jika sudah ada keterlibatan orang tua dalam rumah tangga pengantin baru, awalnya sih mungkin bisa diterima, tapi setelah berjalan 2 atau 3 bulan???Pasti semua pasangan akan mengalaminya.

Hari ini 12 Februari 2012, genap 1 tahun Lek Narto dan Istri merayakan hari perkawinan. Banyak hal yang terjadi dan sudah dialami bersama dalam kehidupan rumah tangga. Dulu pada saat pacaran, semuanya terlihat manis dan indah layaknya Anda semua ketika pacaran. Tidak ada kata - kata yang menyakitkan, jarang ada kata marah, semua dirangkai dalam balutan rayuan dan sanjungan yang tersembunyi dalam kebohongan diri. Tapi itu saya anggap wajar, namanya saja baru kejar sasaran, ya to?Namun sekarang, weleh...kalau dihitung dalam 1 tahun ini mungkin sudah banyak rasa anyel, mangkel dan dongkol terhadap pasangan. Kalau boleh dikonkritkan, mungkin dalam setahun ada 68 kali pertengkaran atau grundelan kecil yang sudah terjadi, brarti rata - rata 1 minggu sekali bahkan mungkin lebih pasti ada cek - cok :p. Sebulan atau 2 bulan setelah pernikahan mungkin disebutnya bulan madu, tapi setelah itu adalah bulan "Padhu" (Padhu adalah bahasa jawa yang berarti bertengkar ).  

Yah...dalam kehidupan berumah tangga, padhu adalah ungkapan rasa sayang, seolah menjadi penyedap dalam setiap racikan peristiwa yang dialami bersama. Lek Narto dan istri selalu berusaha memegang komitmen yang ditawarkan oleh Imam ( Romo Alip ) pada saat pemberkatan perkawinan dulu. Beliau menawarkan untuk selalu menghadirkan TTM dalam kehidupan rumah tangga. Lho ko TTM?Bukankah TTM itu Teman Tapi Mesra seperti lagunya Mbak Maya Estianti bersama Mulan Jameela yang kalau nyanyi selalu ada desahannya itu?Tenang dulu bos, TTM merupakan tips dari Romo Alip bagi siapa saja yang akan menjalani kehidupan rumah tangga, jadi bagi Anda yang belum nikah juga bisa ambil tips ini sebagai bekal ko...
TTM ( Tolong, Terima kasih, Maaf )
  1. Tolong. Walaupun kita sudah menjadi satu keluarga, lebih baik jika menginginkan pasangan melakukan sesuatu harus diawali dulu dengan kata "Tolong". "Mah...tolong papah dipijit dong" pasti akan terasa mesra dan pasangan akan melakukannya dengan senang hati.
  2. Terima kasih. Dalam kehidupan sehari - hari tentu kita sering mengucapkan kata terima kasih jika orang lain melakukan sesuatu atau memberikan sesuatu yang bermanfaat. Tapi bagaimana kalau di rumah?sesering apakah mengucapkan kata "Terima kasih" kepada pasangan?mungkin Anda bisa berdalih " Ah...itu kan sudah menjadi kewajibannya.". Tapi pasangan akan bahagi dan merasa dihargai karena Anda mengucapkannya dengan tulus atas sesuatu yang sudah dilakukannya. " Makasih ya Bune sudah membuatkan secangkir kopi yang manis..." Bukankah hal ini akan menyenangkan pasangan?
  3. Maaf. Kata yang pendek dan mudah untuk ditulis namun terkadang susah jika harus diucapkan. Sebagai pasangan tentu kita tidak luput dari yang namanya kesalahan, lupa, ketidak sengajaan, beda pendapat dan hal lain yang menyakitkan hati. Jangan pernah ada gengsi kepada pasangan apabila memang bersalah. Mulailah untuk meminta maaf terlebih dahulu, jangan menunggu sampai berganti hari. " Maafkan Papah ya Mah, tadi sudah menuduh yang bukan - bukan " Berani kan bilang seperti itu?
Itulah tips yang masih Lek Narto bawa dalam setahun ini, bukan bermaksud menggurui, hanya berbagi info. Doakan Lek Narto agar bisa membawa tips ini sampai besok jadi Kakek dan Nenek...

Jika hati adalah matahari, maka perhatian adalah sinarnya
Memberi kehangatan bagi siapa saja yang berada di dekatnya
Dan aku mendapatkan lebih darinya
Aku menyebutnya cinta

Happy Annversary juga bagi Anda yang merayakannya, semoga bahagia...



gambar dari kabarlumajang.net

Selasa, 31 Januari 2012

Farah Quinn
Siapa yang tidak suka makan?Lek Narto rasa, kebanyakan orang memiliki kecenderungan untuk memakan apa saja yang ada di hadapannya. Dari kecil hingga dewasa, dari bangun tidur bahkan menjelang tidur lagi, kegiatan makan selalu menjadi bagian yang tak terlupakan. Apa saja dimakan, entah sekedar untuk memenuhi kebutuhan jasmani, atau hanya sekedar untuk mencoba produk baru dari warung makan langganan Bahkan ada dangdut koplo yang berjudul Teman Makan Teman yang cukup asik untuk didengarkan, atau bahkan senyum kecut kena sindiran dari syair lagunya.

Makan memang mengasikkan. Seringkali perayaan bahagia ditandai dengan makan - makan. Dari perayaan kelahiran, kelulusan, pernikahan, naik jabatan, naik kelas, jadian, seringkali rasa syukur itu ditandai dengan ritual makan - makan. Yup ritual, dilakukan bukan karna memang benar - benar membutuhkan tapi seolah hanya sebagai "syarat" dalam merayakan peristiwa yang dianggap menggembirakan tersebut. Apakah dengan tidak makan - makan peristiwa bahagia tersebut menjadi tidak sah?bagi sebagian orang mungkin menganggap hal tersebut sebagai sebuah keharusan. Entah karena memang ada niatan dari dalam untuk membagi kebahagiaan itu lewat makan bersama, tapi tak jarang pula dilakukan karena Ewuh Pekewuh  dengan teman atau tetangga apabila tidak mengadakan acara makan - makan. Bagi masyarakat kecil, mungkin malah akan benar - benar merasakan arti makanan tersebut. Kalau orang yang berduit syukuran dengan makan - makan, tapi bagi orang kecil ada yang dimakan saja udah syukur.

Sekarang kalau kita melihat acara televisi, banyak acara yang berkaitan dengan kuliner. Makan tidak hanya sekedar menjadi kebutuhan pokok namun juga sudah merupakan gaya hidup dan hiburan. Acara dikemas dalam suasana yang menarik dan menunjukkan sisi estetika dari makanan. Coba lihat isi almari makan dirumah kita, apakah sayur ada di dalam panci yang sudah hitam bagian bawahnya?ataukah tahu tempe yang diletakkan di piring ala kadarnya?Yah...brarti sama dengan kondisi di rumah Lek Narto. Tapi coba lihat acara di TV, kalo Chef Marinka sudah masak, apa - apa jadi serba menarik, enak dan mengundang. Apalagi kalau yang masak Chef Farah Quinn...wow yummy katanya. Acara masak yang dulu hanya menjadi acara ibu - ibu dan gadis remaja, kini gantian didominasi oleh bapak - bapak dan remaja putra. Kalau acara masak - masak sudah mulai, mulai deh tu mata siap untuk tidak berkedip hahaha...yo po ra??? Makanan disajikan dengan hiasan dan ditata apik dengan wadah yang menarik, dengan koki cantik dalam balutan pakaian yang ciamik. Pokoknya ikutan yummi aja kalo udah liat makanan yang baru aja dimasak oleh Si Chef itu :p.

Lek Narto juga orang yang suka makan, pokoknya kalau udah dirumah makanan yang ada dimeja dan di almari makan mejadi sasaran operasi. Sampai - sampai kalau pulang kerja, pasti yang dibuka adalah almari makanan dulu. Dari kecil sampai dewasa, Lek Narto sudah dibiasakan untuk makan di rumah. Bahkan waktu sekolah dan sudah bekerjapun masih membawa bekal dari rumah. Tidak peduli orang mau bilang apa, yang penting bisa makan masakan ibu. Bagi sebagian orang mungkin aneh  kok orang udah gede masih bawa makanan dari rumah. Alasan yang pertama jelas, ngirit bro...tapi jujur makanan dari rumah itu sedep. Ibu Lek Narto memang sudah dikenal punya keahlian lebih dalam hal memasak. Walaupun masakan sederhana, tapi tak kalah yummi dengan masakan yang dijual di rumah makan. Bahkan menurut Lek Narto, kalau boleh jujur makanan yang dari restoran itu kurang sedep, rasanya standart, monoton, karena masakan dimasak tanpa ada ikatan batin antara pemasak dan penikmat. Hanya ada unsur membutuhkan. Pembeli butuh makan, yang jual menyediakan. Jadi rasanya ya datar - datar saja.
Sudah beberapa bulan ini di rumah ada satu lagi yang suka masak. Istri Lek Narto sekarang juga menjadi asisten koki dari ibu lek Narto. Dulu memang kalau masak masih kurang sedep, namun lama kelamaan masakannya sudah memiliki cita rasa. Hemm...kalau ibu mertua dan menantu itu berkolaborasi di dapur dengan kreasi masakannya, rasanya tak sabar mencicipi hidangan yang akan disajikan. Seolah Lek Narto sudah melihat duo Farahquinn di rumah sendiri. Paling suka kalau keduanya masak masakan yang pedas. Kalau Pak Bondan bilang Mak nyus, tapi kalau Lek Narto bilang " Mak Nyas..."



Minggu, 22 Januari 2012


Sesuai judul, dalam kesempatan kali ini Lek Narto ingin mengucapkan Gong Xi  Fat Chai kepada saudara – saudara yang merayakannya, terlebih kepada Cik Veny atau kami dalam Mudika lebih suka memanggil dia dengan Tante Veny. Kenapa kok special untuk Tante Veny???

Kamis, 19 Januari 2012

Warna baru di Sekaten Solo 2012
Selasa 17 Januari 2012, Lek Narto dan Nyai berkeliling – keliling kota mengendarai sepeda motor tuanya. Setelah diguyur hujan tiap hari dari pagi sampai sore, kesempatan sore yang cerah itu tidak disia – siakan Lek Narto dan Nyai untuk jalan – jalan. Pilihan dijatuhkan untuk mengunjungi pagelaran Sekaten yang memang baru dibuka sekitar 2 hari. sore itu pengunjung lumayan banyak, pedagangpun terlihat gembira dan bersemangat dalam melayani pembeli. Tak hanya pengunjung dari kota Solo saja, namun juga pengunjung dari Karang Anyar, Klaten, Boyolali dan daerah sekitar. Hal ini terlihat dari plat nomer kendaraan yang terparkir di beberapa titik parkir.

Rabu, 18 Januari 2012

Catapencil

Pertahankan meja atau area kerja dengan pensil keren dan pelontar dalam satu alat!

Catapencil adalah pensil, tetapi juga sebagai pelontar ( Ketapel = dalam bahasa Lek Narto adalah Plintheng ). Pensil 2-in-1 terbuat dari batang bercabang asli yang elastis dengan pemegang kulit yang dilekatkan, juga dikenal sebagai katapel. Karena setiap orang adalah unik, maka Catapencil dibuat dari batang asli.


Catapencil sangat simple digunakan pada saat istirahat. Pensil itu sendiri sama dengan jenis pensil HB, sehingga tidak hanya menjadi gadget yang bagus, tapi juga dapat anda gunakan ketika Anda ingin menuliskan sesuatu.

Jika Anda mendapatkan beberapa gangguan di tempat kerja, ini adalah gadget yang sempurna untuk Anda. Fantastis sebagai hadiah atau mengobati stress untuk diri sendiri.